|
||||
| Indonesia – Middle East Update in Batam |
|
KEPRI – Dalam rangka meningkatkan kerja sama bidang perdagangan pihak Pemprov Kepri mengadakan Indonesia – Middle East Update in Batam. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah delegasi pengusaha dari Timur Tengah yang dikenal dengan Middle East, sejumlah pejabat KBRI di negara Timur Tengah, sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Kepri, pejabat dilingkugan Pemko Batam, Kadin serta sejumlah pengusaha yang ada.
Sejumlah pengusaha Timur Tengah yang hadir antara lain dari negara Arab Saudi, Aljazair, Lebanon, Maroko, Mesir, Qatar, Sudan, Suria, Tunisia dan Kuwait. Sementara sejumlah pejabat KBRI yang hadir diantaranya KBRI, Abu Dabhi, KBRI Damaskus, KBRI Kairo, KBRI Jeddah, KBRI Khatoum, KBRI Riyadh, KBRI Tunisia dan KBRI Aljazair.
Mengawali sambutan, Dirjen Asia Pasifik Departemen Luar Negeri, Triyono Mujono, memaparkan bahwa Indonesia telah berjaya menarik investasi dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas dari berbagai negara termasuk dari negara – negara barat. Hal ini menyebabkan banyak negara – negara Timur Tengah atau Middle East ikut mencari peluang – peluang investasi di negara – negara Asia, termasuk Indonesia.
”Untuk itu kiranya perlu diciptakan suatu iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berinvestasi,” kata Triyono.
Negara – negara Timur Tengah, ungkap Triyono, banyak mencari peluang investasi di bidang minyak dan gas, infrastruktur dan kesehatan.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ismeth Abdulan memaparkan tengan Provinsi Kepri yang masih baru dan masih berusia sekitar 5 tahun.
Menurut Ismeth, Kepri dari letak geografisnya sangat strategis karena dekat dengan negara – negara maju seperti Singapura dan Malaysia, serta berada pada jalur pelayaran internasional yakni Selat Malaka.
Kepri dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa dan terdiri dari 2.408 pulau, jelas Ismeth, kaya akan berbagai sumber daya alam. Seperti misalnya minyak dan gas serta perikanan.
Untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Kepri, kata Ismeth, ada sekitar 1.200 perusahaan yang umumnya beroperasi di pulau Batam. Mereka bergerak di berbagai bidang seperti elektronik, elektrik, garmen, dan sebagainya.
“Ada juga yang bergerak dibidang produksi pipa dan produksi barang – barang pendukung galangan kapal, produksi kapal. Untuk pipa sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi dan Libya membelinya dari Batam,” singkat Ismeth. Sirait
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


















