|
||||
| BPMPD Selenggarakan Pelatihan Penanganan Investasi |
|
KEPRI - Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Kepri Rabu-Kamis (15-16/6) menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Investasi se Provinsi Kepri. Pelatihan bertujuan untuk memberikan peningkatan kemampuan kepada aparat pemerintah yang berkaitan dalam penanaman modal dan dalam hal menangani masalah investasi baik perizinan maupun pasca perizinan.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Syed Muhammad Taufik, SE kepada detikkepri.com mengatakan kegiatan pelatihan yang berlangsung di hotel Laguna Tanjungpinang tersebut dihadiri sekitar 40 orang peserta.
”Peserta umumnya dari instansi Penanaman modal Kabupaten/Kota se Kepri, ” kata Taufik.
Dijelaskan, acara yang dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, DR.Nuraida Mokhsen tersebut menghadirkan nara sumber dari BKPM Jakarta, yakni Kasubdit Perizinan Sektor Sekunder, Drs.H.Dadang Mulyana,MM, Kasubdit Wilayah Kaltim dan Kalteng, Suprayitno,SH dan Direktur Wilayah I BKPM, Rizal Indomo
”Masing-masing menyampaikan materi Kebijakan Penanaman Modal, Prosedur dan Tata cara Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal dan Ketentuan Pelaksanaan Penanaman Modal, ”ungkapnya.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Dr.Nuraida Mokhsen, dalam sambutannya menekankan pentingnya pelayanan bidang investasi untuk mengantisipasi semakin ketatnya persaingan dalam rangka menarik investor. Untuk itu dibutuhkan kesiapan sumberdaya manusia dibidang pelayanan penanaman modal dan perizinan.
”Dengan adanya Pelatihan Penanganan investasi tahun 2009 ini diharapkan dapat menghasilkan aparat yang benar-benar mampu memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan penanaman modal khususnya di Provinsi Kepri,” kata Nuraida.
Ditempat yang sama, Kepala BPMPD Kepri, Syed Muhammad Taufik, SE, juga menyampaikan presentasinya tentang Perkembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun.
Dalam presentasinya, Taufik memaparkan potensi Kepri yang masih banyak dan harus dikembangkan. Diantaranya sektor industri kelautan, agribisnis, pariwisata dan lain sebagainya.
Untuk mengembangkan peluang investasi tersebut, kata Taufik, perlu dilakukan terobosan-terobosan baru yang dapat menunjang berjalannya pengembangan serta menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di Provinsi Kepri.
”Perlu dilakukan promosi, pelayanan investasi yang maksimal serta pemberian insentif-insentif penanaman modal yang lebih menarik terutama dengan berjalannya Free Trade Zone, ” jelas Taufik.
Taufik menambahkan, sesuai dengan keadaan ekonomi nasional maupun global saat ini serta pasca dikeluarkanya Unadng-Undang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maka pelayanan investasi harus ditingkatkan supaya lebih efektif dan efisien.
Dengan letak Provinsi Kepri dalam kawasan perdagangan dan industri Asia Tenggara yang sangat kompetitif, ungkap Taufik, tentu butuh peningkatan daya saing karena sudah merupakan satu keharusan.
”Di negara-negara lain telah tersedia fasilitas seperti bank, notaries, perusahaan property, percetakan dan lain-lain lain yang semuanya di One Stop Service. Waktu yang diperlukan untuk mengurus perizinan sampai merealisasikan usaha juga jauh lebih pendek. Untuk itu peningkatan kwalitas sumber daya manusia yang menangani investasi sangat diperlukan, ” tambahnya. Sirait
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||



















