|
||||
| Pasca Kerusuhan Batam, Indonesia – India Tidak Terganggu |
|
KEPRI – Hubungan Indonesia – India, tetap baik dan tidak terganggu pasca terjadinya kerusuhan antara Tenaga Kerja India dan para pekerja Indonesia di perusahaan galangan kapal PT.Drydock Batam, Kamis (22/4) lalu. Untuk itu, Pemprov Kepri, Jumat (30/4) mengadakan pertemuan dengan pihak Konsulat India.
Pertemuan dilangsungkan antara, wakil Gubernur Kepri, H.M.Sani dengan Konsulat India untuk Indonesia, Mr.R.Sukumaran di ruang VIP Punggur, Batam. Pada pertemuan ini, Sukumaran atas nama Pemerintah India menyampaikan rasa terima kasih atas penanganan situasi kerusuhan yang dinilai cukup cekat sehingga tidak meluas. Kepada Pemerintah Indonesia, Sukumaran meminta untuk menegakkan keadilan terhadap pelaku, baik pekerja India sendiri maupun pekerja Indonesia. “Ini sebagaimana statement positif dari pihak pemerintah yang menyebutkan bahwa penegakkan hukum akan berlaku adil terhadap para pekerja yang berasal dari dua Negara yang berbeda,” ucap Sukumaran. Sukumaran juga menyampaikan harapan agar insiden yang terjadi tidak mempengaruhi hubungan Indonesia – India yang selama ini berlangsung cukup baik. Sementara itu, M.Sani menyakinkan Pemerintah India terhadap penegakan hukum yang akan dilakukan. “Kita akan adil dan tidak berat sebelah. Ini sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku baik Nasional maupun Internasional,” tegas Sani. Sani mengungkapkan bahwa maksud kedatangan Konsul India ke Batam memang bertujuan untuk ikut meredakan hubungan yang memanas antara pekerja India dan Indonesia. Hal ini mengingat bahwa selama ini pekerja India yang berada di Indonesia, khususnya Batam, sudah seperti keluarga dan banyak berjasa atas investasi dan dedikasi dalam pembangunan. Mardi
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Last Updated ( Saturday, 01 May 2010 00:07 ) |




















