|
||||
| Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan Belum Dimaksimalkan |
|
KEPRI - Ketua Tim 9 Ahli Perikanan Kelautan RI yang juga merupakan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI era Presiden Megawati, Rokmin Dahuri mengungkapkan bahwa pemanfaatan Sumber Daya Kelautan RI hingga kini belum dimaksimalkan. Termasuk, Provinsi Kepri yang secara geografis memiliki luas lautan mencapai 96 persen.
“Padahal Sumber Daya Alam di Lautan Kepri merupakan yang terkaya di Indonesia,” ungkapnya Rokmin dihadapan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para pelaku usaha ekonomi makro Kepri di Hotel BBR Tanjungpinang, Rabu (14/7). Menurutnya kekayaan Sumber Daya Kelautan Kepri belum dimanfaatkan secara maksimal baik oleh para pelaku usaha perikanan yang ada, termasuk oleh Pemerintah Daerah sendiri. Hal ini terlihat dengan PDRB Kepri dalam kurun waktu 4 tahun belakangan yakni antara 2005-2009 hanya tercatat dibawah 5 persen. Dengan kenyataan ini, Rokmin bersama dengan Tim 9 Ahli Ekonomi Pembangunan dan Perikanan Kelautan RI akan menawarkan konsep untuk RPJMP 5 tahun kedepan dengan memberikan kontribusi PDRB melalui sector Perikanan Kepri diatas 10 persen. “Untuk mencapai target dimaksud pihak Dinas Perikanan dan Kelautan sebagai motor penggerak dan Dinas Perhubungan sebagai rohnya kedepan perlu kerja keras disamping para SKPD yang terkait, sebagai penunjang sektor dimaksud,” nilainya. Sementara itu, Plt.Gubernur Kepri. Drs.H.M.Sani dalam paparannya juga akan konsen dengan mengembangkan potensi Kelautan Kepri tersebut dengan menumbuhkan industri berbasis kelautan atau maritime. Dijelaskan, disamping pengembangan budidaya rumput laut dan ikan serta udang tambak harus diiringi dengan SDM yang profesional. Ini mengingat tanpa adanya SDM yang professional dan tanpa adanya koordinasi dan tanggung jawab bersama, maka seluruh rencana akan menjadi sia sia belaka. Sani juga mengungkapkan pengembangan ekonomi lokal juga tidak bisa ditinggalkan karena selama ini, di luar Kota Batam dan Tanjungpinang, kegiatan ekonomi masyarakat belum berkembang. Ini menyebabkan roda perekonomian daerah di luar kedua wilayah itu, belum bergerak dengan cepat. “Selama ini terkesan pengusaha lokal baru yang tanguh hanya sedikit yang berdiri. Baik dalam hal pengembangan ekonomi lokal maupun di bidang pengelolaan perikanan. Upaya pemerintah Provinsi Kepri 5 tahun ke depan, di setiap Kecamatan nantinya harus ada pasar dan tempat pelelangan ikan,” ujar Sani. Diakhir sambutanya, Sani juga menegaskan kepada pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Kepri untuk bekerja keras dan berkoordinasi dalam rangka pengembangan ekonomi rakyat khususnya perikanan untuk kemakmuran masyarakat. “Bagi yang tidak ingin bekerja keras dalam pengembangan ekonomi dan perikanan kelautan disamping sektor lainnya, menjelang 6 bulan kedepan akan menjadi penonton,” pungkasnya. Mardi
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |



















