|
||||
| “Proses Belajar di Lantai Sudah Berlangsung Lama” |
|
KARIMUN – Proses belajar di lantai kelas bagi pelajar SD Negeri 004 Meral Kota, Kabupten Karimun ternyata telah berlangsung lama. Ini terjadi karena ruang kelas yang dibangun tidak bersamaan dengan pengadaan mobilier yang dibutuhkan.
“Ruang kelas yang dibangun memang tidak dilengkapi dengan mobiler berupa meja dan bangku. Ini karena anggaran yang diajukan tidak disetujui pihak DPRD,” ungkap sumber media ini di Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Kepala Sekolah SD Negeri 004 Meral Kota, Khairussaleh, Jumat (16/7) mengatakan untuk saat ini jumlah siswa kelas 1 hingga kelas 6 mencapai 513 orang. Dengan kondisi sarana yang kurang memadai, 4 ruang dengan jumlah pelajar 100 lebih terpaksa belajar di lantai kelas. Selain itu, pelajar sebagian besar juga menggunakan meja yang dibawa dari rumah masing – masing. Kata Khairussaleh, tahun ajaran baru ini, banyak siswa yang mendaftar ke SD Negeri 004 Meral Kota. Dan pihak sekolah harus menerima calon siswa baru agar dapat bersekolah. “Namun dengan keadaan mobiler yang tidak ada, tentunya membuat siswa kurang nyaman karena belajar di lantai,” ungkapnya. Dengan kondisi itu, ia berharap, Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian kepada para anak didik yang belajar di lantai ruang kelas. Apalagi bila mengingat para siswa dapat merasakan sakit pingang karena belajar terlalu lama dengan duduk dilantai. Menurut informasi, kondisi belajar di lantai kelas tersebut sudah berlangsung lama. Hanya, kondisi itu dijadikan suatu hal yang lumrah, karena berbagai usaha telah dilakukan pihak sekolah untuk mendapat bantuan sarana dan prasarana pendukung kegiatan proses belajar – mengajar, selalu kandas. Salah seorang murid, mengakui jika mereka diwajibkan membawa meja untuk belajar. Dan bila terlalu lama duduk di lantai, pinggang mereka terasa pegal. Ahmad SD |



















